Kaitan dan Penerapan Fungsi Komunikasi dalam proses belajar-mengajar sebagai pendidik.

 


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam hangat terlebih dahulu penulis haturkan kepada para pembaca laman blog ini. Saya Rani Novita Sari, mahasiswi semester 3 di kampus IAITF, fakultas Tarbiyah program pendidikan PAI dengan NIM 0101.21.0032. Setelah sekian lama blog ini tidak dikunjungi dan ditambah isi nya, akhirnya kali ini penulis kembali untuk mengisi laman blog ini. Diharapkan tulisan kali ini bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Pada tulisan kali ini, penulis akan menyinggung tentang "Fungsi Komunikasi" dalan kegiatan belajar-mengajar sebagai seorang pendidik atau guru.

Berdasarkan artikel yang penulis baca, fungsi komunikasi adalah sebagai berikut;

1. Untuk menyampaikan informasi

2. Sebagai penyampai pendapat agar dapat diterima oleh masyarakat luas atau yang berkaitan.

3 Sebagai bentuk interaksi dengan orang lain.

4. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan akan sesuatu hal. Jadi, melalui komunkasi nantinya akan terjadi transfer ilmu antara pihak satu dengan pihak lainnya.

5. Pengisi waktu luang. Misalnya, dengan berbicara via telepon, chatting, sosial media, video call dan sebagainya.

6. Sebagai cara untuk membujuk dan mempengaruhi orang lain. Biasanya komunikasi semacam ini banyak mengandung unsur-unsur persuasif.

7. Untuk dapat mengenal diri sendiri.

8. Guna mengurangi ketegangan atau mencairkan suasana. Misalnya, ketika ada pertikaian atau perselisihan pendapat dalam rapat tertentu.

9. Sebagai hiburan. Misalnya, ketika Anda sedang jenuh kemudian menghubungi teman jauh untuk sekadar mengobrol santai.

10. Untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

11. Sebagai benteng diri agar tidak terisolasi dalam lingkungan masyarakat.

12. Untuk mempelajari situasi yang terjadi.

13. Mengubah sikap maupun perilaku.

14. Mengawasi serta melakukan pengendalian atas suatu kegiatan.

15. Sebagai motivasi untuk orang lain.

16. Guna mengambil suatu keputusan yang tepat.

17. Untuk melakukan kegiatan tertentu.

18. Sebagai bentuk ekspresi.

19. Menghindari adanya kesalahpahaman.

20. Untuk tetap menjaga jalinan hubungan yang baik.

Dari 20 fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa fungsi komunikasi secara garis besar ialah; Mempengaruhi, menghibur, dan mendidik. Hal tersebut sejalan dengan fungsi komunikasi yang diberikan dalam materi perkuliahan bersama Bapak Dawami sebagai dosen pengampu untuk mata kuliah Ilmu Komunikasi.

Lalu apa kaitannya dengan pendidik dalam proses belajar-mengajar? Dan bagaimana penerapannya? Berikut penjelasannya;

Seperti yang sebelumnya telah dijabarkan oleh penulis, secara garis besar terdapat 3 fungsi komunikasi, yaitu: Mempengaruhi, menghibur dan mendidik. Maka, kali ini penulis akan menjabarkan kaitan peran pendidik dengan ketiga fungsi tersebut.

 

1.     Mempengaruhi

Dalam proses belajar-mengajar, tentunya dibutuhkan komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik. Yang dimana, salah satu dari fungsi komunikasi yang baik tersebut ialah mempengaruhi.

Tiap pendidik akan menjadi panutan atau orang yang didengar oleh peserta didik, sehingga diharapkan tiap perkataan yang keluar dari mulutnya dapat mempengaruhi peserta didiknya.

Untuk itu dalam penerapannya, seorang pendidik harus memahami peran dan tujuannya dalam mendidik peserta didiknya. Agar ia dapat mempengaruhi peserta didiknya ke arah yang positif.

Perlu digaris bawahi, kalimat persuasif (mempengaruhi) tidak sama dengan kalimat perintah. Kalimat persuasif hanya mengajak pendengar ataupun pembaca nya untuk melakukan sesuatu. Sementara kalimat perintah ialah kalimat yang berisikan perintah yang harus dilakukan oleh pendengar ataupun pembacanya.

2.     Menghibur

Berdasarkan fungsi yang kedua, pendidik diharapkan mampu menciptakan kesenangan, kebahagiaan ataupun kegembiraan saat proses belajar mengajar berlangsung. Tujuannya agar peserta didik terhibur dan tidak terlalu kaku dalam memahami pelajaran.

Namun dalam penerapannya, Ketika menggunakan kalimat yang mengandung unsur menghibur, hendaklah diperhatikan juga sisi lain dari kalimat tersebut. Jangan sampai kalimat yang digunakan menjadi penghibur untuk diri sendiri menjadi kalimat hinaan bagi orang lain.

3.     Mendidik

Fungsi ketiga ini sejalan dengan tujuan utama seorang pendidik yaitu mendidik. Mendidik adalah tujuan utama dari tiap pendidik, yang tentunya mendidik dalam hal dan arah yang positif.

Untuk itu dalam penerapannya, pendidik harus mengerti bagaimana kalimat yang baik dan bisa digunakan untuk mendidik. Hendaklah kalimat tersebut menggunakan kalimat yang mudah dipahami, agar dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik.

 

Sekian yang bisa penulis sampaikan, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Terima kasih.

 

Salam hangat, Penulis.

Rani Novita Sari.

 

 

                       

 

Komentar